PIALA UBER DAN IKAN BAKAR BU TASLIM

May 18, 2008

Akhirnya team piala Uber Indonesia kandas di final setelah takluk pada team Uber Cina, meski kalah tetapi srikandi-srikandi itu telah memberi suatu kebanggaan pada negeri ini karena bisa melampaui target yang dipatok sampai semi final.

Hari jumat team piala Thomas takluk pada korea di semi final , saya tidak sempat menyaksikan karena job di Indramayu menghabiskan waktu sampai jam 10 malam, yang saya saksikan bersama seorang teman pada sore itu justru bu Taslim seorang penjual ikan bakar di pinggiran pantai kota Indramayu yang berjibaku dengan asap dari tungku pembakaran membolak balik raket penjepit ikan , ikan yang dibakar ada beberapa macam, jambal roti, bawal dan kakap merah dengan harga relatif murah. Set pertama saya dan teman  menghabiskan seekor bawal dan disusul dengan set kedua dengan seekor kakap merah, wuih, enak sekali dan juga kenyang sampai-sampai tidak terjadi rubber set meski disantap tidak pakai nasi.

Hasil penelitian menunjukkan, ikan mengandung protein yang berkualitas tinggi. Protein dalam ikan tersusun dari asam-asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan. Selain itu protein ikan amat mudah dicerna dan diabsorbsi. Selain ikan memang daging unggas, telur, susu, merupakan bahan makanan sumber protein yang berkualitas tinggi. Asam-asam amino yang dikandungnya cukup banyak dan bervariasi sesuai yang dibutuhkan tubuh.

Para ahli menemukan, komposisi asam-asam amino dalam bahan makanan hewani sesuai dengan komposisi jaringan di dalam tubuh manusia. Oleh karena ada kesamaan ini maka protein dari ikan, daging, susu, unggas, dan telur mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ikan sering disebut sebagai makanan untuk kecerdasan. Ikan sebagai makanan sumber protein yang tinggi. Kalau dalam menu sehari-hari kita menghidangkan ikan, maka kita memberikan sumbangan yang tinggi pada jaringan tubuh kita. Absorbsi protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi, ayam, dan lain-lain. Mengapa demikian? Daging ikan mempunyai serat-serat protein lebih pendek daripada serat-serat protein daging sapi atau ayam.

Nah untuk itu gemar-gemarlah makan ikan, berikan anak-anak kita menu ikan supaya kedepan generasi kita cerdas dan kuat sehingga piala Thomas dan Uber menjadi milik kita.

Nyambung ga yah ………???

 


Aklindo Gelar Pemasangan Listrik Gratis

May 7, 2008

MAJALENGKA,(Pikiran Rakyat).- Selasa, 6 Mei 2008.


Puluhan rumah keluarga miskin, musala, serta pesantren di Blok Pasir, Desa Kumbung, Kec. Rajagaluh, Kab. Majalengka, mendapatkan bantuan pemasangan listrik gratis ditambah sepasang lampu hemat energi dari DPC Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) Majalengka, Minggu (4/5).

Menurut Ketua DPD Aklindo Jawa Barat Zulfatah yang didampingi Ketua DPC Aklindo Majalengka Nandang D. dan sekretaris Dede Kusnandar, pemasangan listrik gratis itu merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dari pengusaha yang tergabung dalam wadah Aklindo. Padahal, organisasi pengusaha di bidang kelistrikan itu baru terbentuk satu tahun.

“Kami ini perkumpulan pengusaha swasta yang berasal dari rakyat, makanya berangkat dari rakyat dan tentu harus peduli dengan rakyat. Kepedulian kami pun sementara ini disesuaikan dengan bidang pekerjaan. Selain itu, kami ingin kembali memupuk semangat sosial, yang belakangan dianggap sebagian pihak sudah mulai luntur,” ujar Zulfatah yang mengaku memiliki moto kerja “berbisnis dengan hati”.

Menurut dia, anggaran yang digunakan untuk pemasangan listrik gratis itu, berasal dari sebagian keuntungan para pengusaha yang tergabung di dalam Aklindo. Sedangkan kegiatan pemasangan listrik gratis itu, menurut rencana akan dilakukan setiap bulan dengan tempat yang berbeda. Target setiap bulannya minimal 10 keluarga miskin, yang belum mendapatkan aliran listrik. “Setelah Majalengka, sasaran pemasangan listrik gratis yang dilakukan DPD Aklindo Jabar adalah Kab. Karawang 40 calon konsumen, Garut, dan Bekasi,” katanya.

Sementara itu, Nandang menjelaskan agar pemasangan listrik tidak salah sasaran, maka selain menggunakan data yang diperoleh dari desa dan kepemilikan kartu miskin, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan survei terhadap data yang diajukan setiap kepala desa. Hal itu, dilakukan guna meyakinkan pemasangan listrik gratis tersebut benar-benar dirasakan masyarakat miskin, yang tidak mampu mengeluarkan biaya untuk pemasangan listrik secara umum.

“Kami membentuk tim untuk melakukan survei, setelah data yang diajukan pemerintah desa atau RT setempat kami terima. Kami ingin melihat langsung kondisi rumah dan bagaimana kondisi keluarganya,” ujar Nandang.

Mewanti-wanti

Pondok pesantren, musala, atau tempat-tempat ibadah lainnya, juga akan diperhatikan. Bahkan, jika mungkin khusus untuk sarana ibadah, pembayaran sebagian rekening listrik setiap bulannya bisa dibantu Aklindo. “Kita ingin mencoba terus membantu masyarakat,” kata Nandang.

Namun, ia mewanti-wanti kepada masyarakat agar jangan mengeluarkan biaya apa pun untuk pemasangan listrik tersebut. Karena, baik untuk pemasangan instalasi ataupun untuk ke PT PLN termasuk materai, sepenuhnya telah dibiayai Aklindo

Dia menjelaskan, bagi masyarakat umum yang menghendaki pemasangan listrik, jangan khawatir dengan biaya mahal. Karena sebenarnya pemasangan instalasi listrik untuk satu paket hemat dengan 3 titik lampu plus KKB, hanya Rp 500.000,00. “Dalam kurun waktu tidak sampai satu minggu bisa langsung nyala,” katanya.(C-31)***