September 29, 2008
Ruh yang masih menikmati nafas dari atmosfir yang tak terbatas,
mengharapkan kesucian dari belanga yang penuh busa,
memohon pintu-pintu maaf itu terbuka sampai arasy tanpa awan,
membebaskan semua belenggu mesti tak berkunci air mata, jabat erat dan kata-kata semata
Dosa adalah perbuatan
Karena hidup di alam nyata
Maaf adalah makna
Karena bathin tak berpelana
Ya…Rab,
Maknai selamanya suasana hati,
seperti hari yang fitri itu.
Amin.
Me & family
20 Comments |
Serba-serbi | Tagged: A way to Paradise, Idul fitri, Mohon maaf lahir dan bathin |
Permalink
Posted by ubadbmarko
September 24, 2008

Tak kudengar lagi kukuruyuk ayam di pagi buta, karena suara ayam itu mungkin sudah tak berharga, apalah artinya suara ayam dibanding opor yang tersaji lezat di meja makan. Ketika suara kendaraan bermotor yang menderu haru sehari semalam memadati jalan raya, suara jengkrik dan binatang malam menjadi sebuah kerinduan, tetapi perjalanan ini sudah menggariskan untuk terdampar di belantara kota yang kadang memuakan. Ketika terhenyak bahwa jiwa raga ini masih diberi kesempatan berkelana diantara bermilyar-milyar orang, entah berapa ton biji padi yang telah tersantap dan entah berapa ribu kubik air telah terminum masih saja tetap lapar dan haus selalu mengiringi. Bunga bakung dalam jembangan, kuncup, mekar, lalu layu cukup memberikan terjemahan tentang suatu ayat yang tersirat, manusia didunia hanya lewat, dan ternyata semuanya juga hanya lewat, seperti lewatnya makanan dan tegukan air dikerongkongan yang memberi nikmat sesaat dan mudah terlupakan karena esok juga masih tetap mengharapkan. Ternyata nikmat itu akan terasa tiadataranya ketika pengharapan terpenuhi, hanya sebuah sebab dan akibat yang menjadikannya, nikmatnya sesuap nasi adalah ketika kelaparan dan nikmatnya seteguk air adalah ketika kehausan.
Subhanallah.
17 Comments |
Serba-serbi | Tagged: Haus dan dahaga, Hikmah Ramadhan |
Permalink
Posted by ubadbmarko