ANAK INDONESIA DAN STANDAR UAN

Standar Ujian Akhir Nasional, baik tingkat SD, SMP dan SMU akan terus dinaikan nilai standar kelulusannya, tak pelak UAN menjadi hantu disiang bolong bagi anak-anak sekolah. Sebandel dan semalas apapun anak sekolah tentu semuanya mengharapkan bisa lulus, para guru menjadi kelabakan ketakutan prosentase kelulusan anak didiknya dibawah target yang menjadikan kredibilitas sekolahnya dimata masyarakat menjadi minus., sampai-sampai ada sekolah yang mengkarantina para siswanya guna membekali ( “ menjejali “ ) otaknya dengan soal-soal yang dimungkinkan keluar pada saat UAN, yang lebih parah lagi ada selentingan beberapa sekolah membentuk “ Team Sukses “ secara instant untuk meloloskan para siswanya.
Dengan adanya UAN yang makin ketat menciptakan banyak peluang ( “ peluang bisnis “ ) bagi enterprener hitam , lihatlah para calo yang katanya punya kunci jawaban bergentayangan memasang tarif, padahal kunci jawabannya belum tentu benar kunci jawaban soal-soal UAN, Kelas-kelas bimbingan belajar bermunculan bak jamur di dalam rumah kaca, mereka kebanjiran order, yang katanya membantu ikut mencerdaskan bangsa, dilain pihak berapa juta rupiah uang para orang tua siswa yang cemas tersedot oleh mereka, kalau begitu ngapain anak disuruh sekolah ? mendingan masukan saja ke Bimbel.
Menurut para pakar Gizi, ( kalau ada bloger yang ahli gizi tolong dibahas ) bahwa kepintaran seseorang banyak tergantung pada masukan nutrisi dan gizi yang dikonsumsi baik oleh orang tua si anak sewaktu merencanakan punya anak, anak itu sendiri sewaktu balita dan seterusnya, juga konsep pendidikan sewaktu balita dalam menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan si anak. Nah, semua itu memerlukan ekonomi yang tinggi, buktinya anak-anak yang pinter relative dari kalangan kaya, sedangkan anak yang bodoh cenderung anak orang miskin ( perlu survey ), korelasinya, tentu standar pendidikan kita merosot di tingkat dunia, itu berarti bangsa kita masih terlalu banyak orang miskin dibanding orang yang sejahtera ( pakta lho ). Jadi nonsen jika ingin meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan standar kelulusan UAN tanpa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesimpulannya jangan dulu bicara bangsa kita bisa meningkatkan mutu pendidikan jika masih banyak orang yang makan nasi aking dan hidup dibawah garis kemiskinan.

2 Responses to ANAK INDONESIA DAN STANDAR UAN

  1. hanggadamai says:

    kenapa sih pendidikan di indonesia orientasinya ke nilai???

  2. Ahmad sagam says:

    kenapa harus…menyulitkan siswa indonesia…
    cuma gara-gara salah satu nilai anjlok..
    putus semua harapa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: