Kecupan pertama

Waktu kita sepayung berdua menyusuri jalan desa, hujan pagi hari tak henti seakan mengerti, perasaan kita berkecamuk diantara kata basa basi yang tak berarti, tapi kita yakin ada inti yang seragam seperti halnya warna baju kita, putih dan abu. Burung kenari di pohon jati berkicau memberi irama pada langkah-langkah kecil kita yang sengaja diperlambat, kamu terperanjat sedikit manja ketika tupai meloncat dari pohon nangka tepat disamping kita. Payung telah dilipat, kita duduk dalam angkutan berdampingan, menghangatkan dan jadi kesempatan, hanya diam mengikuti kolak-kelok jalanan berharap sang sopir nginjak rem agak kasar, sesekali melirik jam tangan karena takut kesiangan, sementara kamu berguman getir ketika seorang pejalan kaki kecipratan air dari lobang yang kelindes ban. Di pintu gerbang kita berpisah karena ruang kita berbeda, sepuluh menit masih ada waktu, kamu bilang pulang tidak usah saling tunggu, tapi ingat ini hari sabtu, dan kamu berbisik nanti malam akan menunggu. Puisi seribu baris yang tak habis-habis, ada manja dan tertawa, kadang berbumbu cemburu yang semakin membikin rindu, semua kita torehkan berdua dengan pena bertinta cahaya rembulan, disini, diberanda rumahmu. Tiupan angin malam pada daun kelapa berirama senada dengan back sound pembaca puisi di radio, puisi yang aku tulis hari Rabu dan diantar tadi siang, kamu nikmati puisi itu, senikmat genggaman erat jemari lentikmu. Bunga sedap malam dipekarangan mulai harum meski masih kuncup, jangan dulu dipetik, mungkin tengah malam nanti merekah, setelah kita masing-masing dibuai mimpi indah. Waktu begitu cepat berlalu, jam dindingpun berdentang membuat cecak-cecak berlompatan, pesan papamu datang lewat si bibi, malam sudah larut, saatnya pamit diantar ke tepi pagar. Untuk malam ini aku rela, pergi menembus kegelapan malam yang sunyi, gelayut tangan dipundak membuai asa dari ujung kaki ke ubun-ubun, kita sama-sama mengerti, kecupan lembut yang begitu berarti yang pertama dalam hidup ini, tak ada kata lagi, kamu berbalik dan berlari, akupun melenggang berdendang menghitung bintang.

( Paparan ini adalah mantra, bagi orang-orang pencari cinta, jika anda masih remaja jangan terlalu manja, dan jika anda telah dewasa nikmatilah ajaibnya alam raya, bersyukur sujud pada yang Kuasa, karena cinta adalah makna dari saripati bunga ).

tvtropes.org (pinjem gambar)

30 Responses to Kecupan pertama

  1. geiztia says:

    wew..dapet pertama lagi..hihi..:lol:

  2. geiztia says:

    baca dulu ah..td blom baca krn pingin jadi yg pertama..

  3. geiztia says:

    gambarnya romantis,..dlm suasana hujan dan sepayung berdua…duh…romantisnya….:)

  4. wah, mantra yang bagus, pak marko. bisa menjadi aji2 pengasihan nih agar si doi tetep lengket terus. hehehe😆

  5. FaNZ says:

    Huehehe
    First kiss, kapan ya saya dapetnya?
    Ah first kiss saya buat calon bini saya sajalah. Bibir ini bukan untuk d obral
    Huehehehe

  6. FaNZ says:

    Huehehe
    First kiss, kapan ya saya dapetnya?
    Ah first kiss saya buat calon bini saya sajalah. Bibir ini bukan untuk d obral
    Huehehehe
    .

  7. langitjiwa says:

    hmm…first kiss.
    hehehehe….

  8. nenyok says:

    salam
    Klo kiss otomatis pelukan jadi judulnya pelukis pertama mungkin? *ditabok karena protes*

  9. ichanx says:

    mantra ya? hmmmm….. manjur? kok lebih milip puisi dalam satu paragraf panjang? hehe

  10. Kania says:

    huuuuuuaaaaaaa!!!!!!!!!!!!! si oomm paling bisaaaaa!!! keyeeeennnn!!!!

    adik mu ini mau copas tulisan mu boleh gaaa???😉

  11. hehehehh romantis juga dapat momen hujan²nan

  12. kishandono says:

    Ujan emang paling asoy dah.. di bawah payung kekecilan dipake berdua, saling dempet takut kecripatan. wuih, sensasinya men…

  13. linda says:

    mantranya panjang kali😉
    btw, salam kenal juga. makasih udah mampir

  14. Menik says:

    wadyuhhhhh

    tampaknya pak ubad lagi in love melulu nih…

    banyak mengenang cinta2 yangsudah terjadi dalam hidupnya, ehmm… so sweet🙂

  15. Iis sugianti says:

    wew..ilmu baru mas Marko. Kok bisa ya?

  16. ILYAS ASIA says:

    cinta
    indahnya
    putus
    sakitnya
    sambung
    asyiknya
    putus
    lagu lama
    balik
    selamanya..

  17. biar kecupan pertama itu kita jadikan kenangan sepanjang masa….

  18. lala says:

    kecupan pertama
    ntar saja
    saat dia
    memiliki saya🙂

  19. Ly says:

    om ubad….
    duh… jadi pengen mau…*weks mau apaa…*
    mau di jitak lom boleh… deehh….😀
    kecupan pertama ku itu waktu aq baru di brojolin… duh indahnya duniaaaaaaa huehheuueheu :p

  20. fenny says:

    my first kiss? kapan yaaaaa? *mikir*

  21. theloebizz says:

    aaaahh….first kiss..jd ingatttt….😳

  22. yellashakti says:

    cup cup muah muah
    ccmm

  23. Rindu says:

    Saya masih tidak percaya kalo cinta itu ada … maaf🙂 lukanya udah dalam soalnya bang.

  24. bibikpici says:

    *nutup mata..
    oowww…. owww… owww… sayah blom boleh melihat gambar itu… owww…

    *ngintip dikit ah… buat pengetahuan.. wekekkeke..😀

  25. Kecupan pertama adalah kecupan terindah, kecupan terakhir adalah kecupan terperih….😉

    Salam kenal balik yak😀

  26. amyrahma says:

    huhh…tulisanya ahir2 ini bnyk yg berbau cinta…
    Kecupan pertama, tentunya tidak dpt dilupakan..(btw, kpn ya kecupan pertamaku..heheh..lupaa..:p )

  27. natazya says:

    dari love me if you dare bukan gambarnya ya?

    mirip dan memang bagus!!!

    hmm….

    kau kenapa om?

    bener tuh kata amyrahma😉

    kecupan pertama yang kesekian kalinya diiringi Merril Beinbridge with Mouth

    dan sempurnalah semuanya🙂

  28. husai says:

    bagus juga . mantra ny bagus heheheegege

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: