KETIKA ANGIN MENGGESEK BIOLA

Matahari bernyanyi

ketika angin menggesek biola

mengiringi

dan akupun berdiri

menginjak rumput

permadani.

Ada gumpalan awan disana

bercerita tentang cinta

yang tertanam

dalam akar pepohonan.

Banyak yang mesti  dipahami

tentang anugrah

tentang hidup ini

yang terlukis pada lembah

dan bukit di atas sana.

Angin tak henti

mengesek biolanya

dalam sepi

tanpa riuh tepuk tangan.

10 Responses to KETIKA ANGIN MENGGESEK BIOLA

  1. hak1m says:

    main biola dimana nich..? kalau di hati yang patah jangan deh…. hehe

  2. immigration says:

    puisi yang dalam maknanya, nice poem🙂

  3. Bankruptcy says:

    ketika angin menggesek biola akanmenghasilkan nada yang merdu

  4. Dalam banget maknanya..!
    puisi yang bagus

  5. nana says:

    coba dipanjangkan lagi puisinya mas.🙂

  6. Short Sales says:

    bagai biola tak berdawai

  7. Azukni says:

    “KEREN”…apa yg anda pikirkan sewaktu menulis puisi tsb?mksh

  8. Farid says:

    Indahnya suara biola….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: