PARANOID, ATAU GILA KARENA FACEBOOK ?

May 28, 2009

Yang halal jelas dan yang haram jelas. Di antara keduannya ada perkara-perkara yang kelam (kabur). (HR. Al Bukhari)

Beberapa hari ini menutup sementara situs kesayangan ini, selain ide lagi mampet sedikitnya terbawa arus yang sedang trend tentang facebook, apa, bagai mana dan ada apa, tentu aku merasa perlu untuk mengikuti dan melibatkan diri.

Berhari-hari mengikuti, menulis status dari mulai yang serius, normatif, canda dan guyon dilakukan, hasilnya memang happy dan fun saja sesuai editor tentang saya di halaman profile bahwa saya tidak istimewa dan hanya ingin bergembira saja.

Terbuki, meskipun tidak semuanya, seserius apapun status yang dituliskan  akan chaos juga dengan munculnya komentar yang menyerempet ke arah guyonan dan ahkirnya sangat sulit menyimpulkan apa makna yang bermanfaat dari status yang di up date tersebut selain happy dan fun saja, itupun bagi orang yang tidak mudah tesinggung. Dan memang demikian adanya sebab kalau mau serius atau urgent jangan lewat fb sudah saja di sms, telepon atu datangi ketempatnya.

Diskusi pernah dilakukan, tentunya dalam kotak pesan bukan diberanda, teman baru yang baru dikenal menyatakan bahwa berada di beranda fecebook harus siap dicela dan mencela, sebab jika tidak mau dicela dan mencela ya sudah nongkrong saja nonton sinetron di depan pesawat televisi, dan kenyataannya yang dialamai memang begitu, meskipun ada fasilitas delete rasanya hambar jika komentar yang masuk dipilah dan dipilih seakan membatasi hak dan ruang orang lain untuk berekspresi.

Kelihatannya akan terlalu jauh jika harus  membahas manfaat dan mudharat situs jejaring sosial ini, karena hal itu akan pulang kembali pada orang yang mempergunakannya, satu hal yang membuat hidup ini terasa mimpi adalah bertemunya dengan teman-teman dan sahabat yang hampir dua puluh tahun tidak bertemu, dengan saling tukar wajah yang kelihatan lucu karena perubahan waktu, canda dan tawa pun mengalir bak kembali kemasa silam, sesuatu yang sulit terjadi kalau bukan karena facebook.

Kini saatnya kembali mengisi hari-hari dalam situs yang kucintai, semoga saja saya, teman-teman tetap berdedikasi untuk menyikapi teknologi baru tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang baru.

Aku pulang……., aku rindu rumahku……,

Salam semangat, salam bloger !!!

Advertisements

LUMPUR ITU MASIH MENYERUAK

December 28, 2008

LUMPUR LAPINDOAkhirnya sempat ngeblog lagi, kesibukan di KM 26 Surabaya-Sidoarjo cukup melelahkan, 14 jam menyusuri pantura berakhir di ujung Tol Malang-Pasuruan, memang buntu, karena jalan Tol itu telah menukik memasuki lautan lumpur yang mengerikan itu, kesempatan tidak disia-siakan untuk menyaksikan langsung suasana disana. Minggu pagi yang mendung, dengan tiket 2500 sebagai sumbangan meniti tanggul yang masih terus diperkuat, entah sampai kapan karena semburan tak mau berhenti jua, sebenarnya pemandangan yang didapat bukanlah keindahan yang seperti mengunjungi danau atau pantai, namun kengerian menyaksikan rumah yang tinggal puing atap dan pohon yang meranggas disinggahi burung yang memburu capung, karena tidak ada ikan yang hidup disana. Semakin siang semakin cerah, bumbungan asap dari semburuan utama makin jelas, sejauh mata memandang lautan lumpur semakin jelas hitam keabuan. Melihat situasi begini, apakah kita hanya akan menyalahkan alam ? dan berkata ini sebuah bencana ? sementara sisi keserakahan manusia terabaikan demi sebuah ambisi. Entah kata-kata apa lagi yang mesti diucapkan, hanya perasaan diri ini begitu kecil dan tiada apa-apanya dihadapan alam ciptaan Tuhan.  Aku beranjak pulang dengan kepingan VCD sebagai buah tangan hasil karya anak-anak Karang Taruna yang mengabadikan rentetan bencana kampung halaman yang tinggal kenangan.


Kaum Urban

October 9, 2008

Selesai sudah ritual mudik tahun ini, orang-orang mulai kembali dengan ativitas masing-masing, cerita perjalanan yang melelahkan terlupakan sudah, tetapi episode cerita baru sedang dimulai dengan pemeran orang-orang urban yang baru saja menginjakan kaki merambah gersangnya belantara persaingan hidup di kota besar, berbekal referensi kesuksesan tetangga ketika mudik dengan baju baru dan beragam oleh-oleh yang dibawa, cukup membuat tergiur untuk mencari peruntungan meski hanya berbekal nekad semata.

Hak mendapatkan penghidupan yang layak memang milik semua orang seperti halnya hak untuk menginjakkan kaki di setiap jengkal wilayah negeri ini, akan tetapi sebuah penuntutan hak tanpa memenuhi sebuah kewajiban adalah sebuah ketimpangan yang tidak mustahil berujung pada sebuah malapetaka. Kesal melihat semerawutnya trotoar yang dipenuhi para PKL , apa mau dikata mereka berkata hanya mencari haknya untuk sekedar bisa makan, miris hati melihat penggusuran rumah petak layaknya sedang terjadi perang antar suku, apa mau dikata mereka sekedar hanya mempertahankan tempat berteduh dari sengatan matahari dan guyuran air hujan. Jika saja mereka mengerti bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki dan lahan kosong itu adalah hak yang menguasainya, mungkin itu adalah keadaan dimana penguasa sudah memenuhi akan kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya.

Delapan puluh persen peredaran uang adalah di ibu kota, entah berapa persennya lagi dikota-kota besar, dan hanya menyisakan sedikit di desa-desa, itu terbukti dengan hanya menjadi pengamen, pedagang asongan atau pemulung rongsokan di kota besar, untuk sekedar urusan perut sudah bisa terpenuhi.

Seketat apapun peraturan yang mengurusi kaum urban sepertinya tidak akan efektif, sebab kalau berbicara kaum urban, Presiden, Wakil Presiden, jajaran kabinet dan para pejabat lainnya kebanyakan adalah kaum urban, termasuk penyaji blog ini, hanya permasalahannya jika akan ikut-ikutan jadi kaum urban jadilah kaum urban yang berbekal kemampuan untuk bekerja mesti peluang itu sedikit sekali.

Ekonomi pedesaan dengan landasan otonomi daerah belum terlihat menggebirakan, sentralisasi bisnis diperkotaan menjadi magnet para pencari kerja, padahal sebenarnya jika saja sebuah industri yang cukup memerlukan banyak tenaga kerja, tidak ada salahnya melakukan jemput bola mendirikan perusahaan di desa-desa, selain tenaga kerja bisa lebih sejahtera karena tidak terbebani dengan biaya hidup tinggi, juga akan membangun peluang bisnis baru karena rata-rata potensi yang ada di desa belum cukup banyak terekploitasi, namun semua itu masih tetap memerlukan dukungan dari pemerintah daerah setempat terutama tersedianya infrastruktur yang memadai dan sebuah kebijakan yang benar-benar menguntungkan semua pihak.

Sudah beberapa tahun ini setiap mudik mengunjungi rumah peninggalan orang tua tidak disambut dengan opor ayam, ketupat dan kue khas kampung lainnya, karena memang kedua orang tua sudah menghadap sang Pencipta. Namun kunjungan tahun ini sedikit berbeda, rumah tua yang lapuk namun menyimpan segudang kenangan itu dikontrak oleh seorang pengusaha lokal untuk dijadikan konveksi dengan para pekerja kebanyakan para kerabat, uang kontrakannya tidak seberapa, tetapi sangat membanggakan, tidak berlebihan jika disematkan Award salam sukses untuknya, sehingga kini para kerabat itu tidak lagi merengek rengek untuk ikut-ikutan menjadi kaum Urban.


AYAT AYAT PANCASILA

June 2, 2008

Isu kenaikan BBM lambat laun jadi basi, menyoroti aksi anarkis FPI bikin mumet dan tak habis pikir kenapa sampai terjadi. Mendingan posting Pancasila saja yang sampai saat ini tak tergantikan kedudukannya sebagai dasar Negara Republik yang kita cintai.

Dengan kedudukan sebagai dasar Negara, Pancasila merupakan palsafah hidup yang mestinya merambah setiap sendi kehidupan kita yang masih mengaku sebagai warga Negara Indonesia, tidak pandang bulu baik anda sebagai petani, pejabat, tentara, buruh, bloger, dll, mesti mencerminkan sendi-sendi kehidupan sebagaimana yang tersurat dalam lima butir kesepakatan yang anda miliki dengan negeri ini.

Pancasila bukanlah ayat suci yang harus disakralkan, karena Pancasila buatan manusia, akan tetapi Pancasila dirumuskan oleh pendiri bangsa ini tidak serta merta hanya berdasarkan filing, perumusannya tentu dengan medalami , memahami dan menganalisa terhadap karakter kehidupan  rakyat negeri ini terlepas dari jargon kesaktiannya.

Wacana penggantian dasar Negara selain pancasila terus bergulir dan kini bukan hal yang tabu, cotohnya pengusulan dasar Negara dengan syariat Islam. Sebagai seorang muslim tentu saya mendukung hal itu, akan tetapi bagai mana dengan teman saya yang bukan muslim ? bukankan negeri ini dihuni oleh berbagai kultur ? bukan saja keragaman umat beragama, tetapi bermacam keragaman budaya, sehingga burung garuda mencengkram Bhineka Tunggal Ika.

Mungkin pemahaman saya akan islam terlalu dangkal, yang saya ketahui islam adalah rahmat untuk semua umat, sehingga saya bertanya pada teman saya yang bukan muslim :

Bagai mana seandainya Indonesia menjadi Negara Islam ? “

Teman saya menjawab : “ Aku serahkan semuanya pada Tuhan, kalau toh Indonesia harus menjadi Negara Islam atas kehendak-Nya, saya terima saja, karena semua yang tejadi di dunia ini sudah ada yang mengaturnya “.

Sungguh sebuah jawaban yang membuat saya merenung sampai menjelang tidur, ayat-ayat Pancasila tersirat dari ucapannya.


RESEP DISAYANG SUAMI

April 24, 2008

 

Seorang suami yang dengan kodratnya sebagai laki-laki tidak terlepas dari sifat-sifat yang memang bisa dianggap egois, tetapi tulisan ini mesti dikemukakan terlepas dari masalah emansipasi, saling menghormati antar suami istri dan hal lainya.

 

Bangun tidur

Maunya istri dulu dan suami dibangunkan secara lembut.

Sarapan pagi

Ditanya dulu menu apa yang akan disajikan, dan ketika habis mandi dan sudah rapi sarapan sudah siap.

Berangkat kerja

Diantar sampai pintu, istri sudah rapi ( jelasnya sudah mandi )

Istirahat kerja

Di telpon atau sms untuk sekedar say hallo, atau ditanyain menu makan malam.

Pulang kerja

Disambut depan pintu, istri udah rapi, rumah ga berantakan, anak-anak ga cemong-cemong.

Tidur

Nih yang paling seru, lebih enak istri yang “ngajak” duluan jadi kelihatan agresif and garang lho and selesainya bareng-bareng ( tips : supaya bisa nyampe bareng, komunikasilah selagi di perjalanan )

Hari libur

Ga mau dibangunin kalo ga pesen ada acara.

Nganter Shoping

Pusing dech kalo istri muter-muter mall ga tau apa yang dia cari.

Dan masih banyak yang lainnyaaaaa……….

 

Kini giliran istri / calon istri yang ngasih coment, maunya apa sih ? uang belanja yang gede ?, rumah ?, mobil ?, atau apa, pokoknya yang paling jujur dech, yang bukan bernilai retatif kalo bisa, biar kita bisa sharing, oke………….


Tips Sukses Presentasi Tugas Akhir

April 8, 2008

PRESENTASI YANG BAIK SAAT SIDANG TUGAS AKHIR

 

 

Seperti melingkarnya roda mobil, cepat namun pasti saat ujian pendadaran akan berlangsung. Setelah mahasiswa mengumpulkan tugas akhir/skripsi mereka, kini giliran perlu disiapkan fisik, mental, dan materi untuk menghadapi ujian pendadaran.

Mana yang lebih penting , materi yang disiapkan dengan bagus atau presentasi yang menarik dan meyakinkan meskipun tulisan/skripsi biasa-biasa saja ??? Jawabnya adalah keduanya sama pentingnya, baik materi dan cara presentasi harus dipersiapkan dengan cermat. Oleh karena itu mahasiswa perlu :

 

            1. Memahami isi tugas akhir/skripsi sampai detil agar dapat membuat paparan presentasi dengan baik.

            2. Persiapan fisik dan mental mahasiswa dalam menghadapi ujian pendadaran

 

I. Bahan Presentasi.

a.  Biasanya presentasi ujian pendadaran dilakukan selama 10 – 15 menit. Slide yang   dipersiapkan sebanyak 5 bagian, meliputi judul dan penulis/peneliti (1), latar belakang, lingkup, tujuan, dan metodologi (2), Istilah, definisi, konsep penunjang analisis (3), diagram analisis (3), perancangan/konsep baru (4), dan simpulan serta saran (5).

b.  Gunakan program presentasi yang baik (power point)

c.   Tampilan materi sederhana tetapi informatif dan menarik.

d. Persiapkan back-up files, jangan sampai kehilangan teks presentasi ataupun skripsi.

 

II. Persiapan Fisik Mahasiswa

a. Jaga badan agar tetap sehat dan jangan sampai sakit ketika ujian pendadaran :  makan, istirahat, bekerja, dan berolah raga yang seimbang.


b. Kendalikan rasa takut karena kekhawatiran tidak mampu melakukan presentasi dengan baik, materi tidak menarik, atau dosen penguji yang mungkin “killer”. Rasa takut ini normal karena kita belum terbiasa presentasi, dan juga perlu karena akan memotivasi kita agar berhati-hati dan mau mempersiapkan materi dengan baik, tidak over confidence.

c. Berlatihlah seefektif mungkin: lafal, kejelasan ucapan, diksi,gaya non verbal : eye contact, body language, penampilan fisik dll. di depan cermin. Suara lebih baik direkam agar bisa didengarkan kembali dan dievaluasi kejelasan pengucapan dan waktunya, terlebih ketika akan presentasi dalam bahasa non-Indonesia. Usahakan presentasi di depan sekelompok teman dan saling memberikan masukan yang positif. Boleh berlatih diskusi sampai berdebat sekalipun.

d. Berlatihlah untuk menghilangkan nervous, misalnya dengan menarik nafas panjang, minum air putih, dan berusaha rileks.

e. Pada waktu presentasi pakailah baju yang sopan dan nyaman. Riasan mahasiswi sebaiknya sederhana tetapi menarik.

 

 III. Audience

 

Yang penting, Anda harus mampu berempati, yaitu bersedia menempatkan posisi sebagai pendengar ( dewan penguji, teman mahasiswa). Hal ini berarti Anda harus mampu menerangkan dengan jelas, bersedia menerima kritikan dan masukan, serta menghormati pendengar.

 

IV. Intelektual

 

Selain memahami isi skripsi, Anda sebaiknya juga membaca, melihat program tivi, dan informasi lain berkaitan dengan topik yang dipresentasikan, baik itu paparan ilmiah ataupun populer. Semakin banyak informasi yang diperoleh akan membuat Anda semakin percaya diri.

 

V. Emosional


 

Pengendalian emosi sangat diperlukan selama presentasi, terutama dalam melakukan diskusi dengan dosen penguji. Rasa percaya diri yang tinggi dapat diperoleh dengan penguasaan materi dan pengalaman selama penelitian. Dengan demikian, semua pertanyaan dosen penguji pasti terjawab. Pertanyaan dosen yang “aneh/ menyimpang” bisa ditangkis dengan cara diplomatis, misalnya menyebutkan ruang lingkup, literatur yang dibaca, atau pengalaman selama meneliti. Yang penting adalah jangan keras kepala dan lepas emosi, serta jangan malu untuk mengakui jika tidak bisa menjawab pertanyaan dosen penguji. Sebelum menjawab, ucapkan terima kasih begitu pula apabila diberi masukan.

 

VI. Spritual

Persiapan spisitual dilakukan dengan berdoa secara khusuk, terutama menjelang ujian pendadaran. Mintalah restu orang tua atau yang dituakan agar hati lebih tenang dan percaya diri tinggi.

Dengan persiapan ini diharapkan Anda semua berhasil dalam ujian pendadran dan mendapatkan nilai A atau B. Silakan dipraktikkan.

 

 

Tulisan : Endang Ernawati

Staf pengajar dan Kepala UPT Perpustakaan Universitas Bina Nusantara