Yang halal jelas dan yang haram jelas. Di antara keduannya ada perkara-perkara yang kelam (kabur). (HR. Al Bukhari)
Beberapa hari ini menutup sementara situs kesayangan ini, selain ide lagi mampet sedikitnya terbawa arus yang sedang trend tentang facebook, apa, bagai mana dan ada apa, tentu aku merasa perlu untuk mengikuti dan melibatkan diri.
Berhari-hari mengikuti, menulis status dari mulai yang serius, normatif, canda dan guyon dilakukan, hasilnya memang happy dan fun saja sesuai editor tentang saya di halaman profile bahwa saya tidak istimewa dan hanya ingin bergembira saja.
Terbuki, meskipun tidak semuanya, seserius apapun status yang dituliskan akan chaos juga dengan munculnya komentar yang menyerempet ke arah guyonan dan ahkirnya sangat sulit menyimpulkan apa makna yang bermanfaat dari status yang di up date tersebut selain happy dan fun saja, itupun bagi orang yang tidak mudah tesinggung. Dan memang demikian adanya sebab kalau mau serius atau urgent jangan lewat fb sudah saja di sms, telepon atu datangi ketempatnya.
Diskusi pernah dilakukan, tentunya dalam kotak pesan bukan diberanda, teman baru yang baru dikenal menyatakan bahwa berada di beranda fecebook harus siap dicela dan mencela, sebab jika tidak mau dicela dan mencela ya sudah nongkrong saja nonton sinetron di depan pesawat televisi, dan kenyataannya yang dialamai memang begitu, meskipun ada fasilitas delete rasanya hambar jika komentar yang masuk dipilah dan dipilih seakan membatasi hak dan ruang orang lain untuk berekspresi.
Kelihatannya akan terlalu jauh jika harus membahas manfaat dan mudharat situs jejaring sosial ini, karena hal itu akan pulang kembali pada orang yang mempergunakannya, satu hal yang membuat hidup ini terasa mimpi adalah bertemunya dengan teman-teman dan sahabat yang hampir dua puluh tahun tidak bertemu, dengan saling tukar wajah yang kelihatan lucu karena perubahan waktu, canda dan tawa pun mengalir bak kembali kemasa silam, sesuatu yang sulit terjadi kalau bukan karena facebook.
Kini saatnya kembali mengisi hari-hari dalam situs yang kucintai, semoga saja saya, teman-teman tetap berdedikasi untuk menyikapi teknologi baru tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang baru.
Aku pulang……., aku rindu rumahku……,
Salam semangat, salam bloger !!!
Posted by ubadbmarko
Posted by ubadbmarko
Posted by ubadbmarko
Akhirnya sempat ngeblog lagi, kesibukan di KM 26 Surabaya-Sidoarjo cukup melelahkan, 14 jam menyusuri pantura berakhir di ujung Tol Malang-Pasuruan, memang buntu, karena jalan Tol itu telah menukik memasuki lautan lumpur yang mengerikan itu, kesempatan tidak disia-siakan untuk menyaksikan langsung suasana disana. Minggu pagi yang mendung, dengan tiket 2500 sebagai sumbangan meniti tanggul yang masih terus diperkuat, entah sampai kapan karena semburan tak mau berhenti jua, sebenarnya pemandangan yang didapat bukanlah keindahan yang seperti mengunjungi danau atau pantai, namun kengerian menyaksikan rumah yang tinggal puing atap dan pohon yang meranggas disinggahi burung yang memburu capung, karena tidak ada ikan yang hidup disana. Semakin siang semakin cerah, bumbungan asap dari semburuan utama makin jelas, sejauh mata memandang lautan lumpur semakin jelas hitam keabuan. Melihat situasi begini, apakah kita hanya akan menyalahkan alam ? dan berkata ini sebuah bencana ? sementara sisi keserakahan manusia terabaikan demi sebuah ambisi. Entah kata-kata apa lagi yang mesti diucapkan, hanya perasaan diri ini begitu kecil dan tiada apa-apanya dihadapan alam ciptaan Tuhan. Aku beranjak pulang dengan kepingan VCD sebagai buah tangan hasil karya anak-anak Karang Taruna yang mengabadikan rentetan bencana kampung halaman yang tinggal kenangan.

